May 2015
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Lussy Dwiutami Wahyuni

Oleh: Lussy Dwiutami Wahyui

LUSSY DWIUTAMI WAHYUNI. Pengembangan Rubrik untuk Menilai Kemampuan Mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dalam Menilai Wacana Berbentuk Teks. Jakarta: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Jakarta, 2010.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rubrik untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam menganalisis wacana berbentuk teks. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta pada bulan Juli – Agustus 2009.

Populasi penelitian adalah mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta yang mengikuti Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan Dasar dengan sampel berjumlah 58 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan tabel dari Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 10%.

Rubrik dikembangkan berdasarkan teori Donna Szppyrka dan Ellyn B. Smith (1995). Jenis rubrik yang dikembangkan adalah rubrik analitik dengan model feedback. Setelah dikembangkan menjadi rubrik sementara, rubrik melalui tahapan pembakuan. Proses pembakuan dimulai dari proses content validity oleh 8 panelis dengan menggunakan instrumen metarubrik hasil adaptasi dari Graduate School of Education at Portland State University yang kemudian hasilnya dianalisis secara kualitatif. Setelah valid, kemudian rubrik diujicobakan kepada responden, dan selanjutnya diuji reliabilitasnya dengan menggunakan interrater-reliabiliti. Data yang didapat dihitung dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 13.0 menghasilkan 0,824. Angka tersebut menggambarkan bahwa rubrik yang dikembangkan mempunyai tingkat reliabilitas/keajegan yang tinggi.

Kata Kunci: pengembangan rubrik, kemampuan mahasiswa, wacana

berbentuk teks

Osly Usman

 

Oleh: Osly Usman

Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan tujuan membangun model Perilaku Kewirausahan dengan keunggulan bersiang  tempat penelitian adalah Kelurahan Pulo Gadung dan Penggilingan (Jakarta Timur) Pusat Industri Kecil. Berdasarkan hasil survei tersebut, Perilaku Kewirausahan ditentukan beberapa variable; Inovasi, berani meninggalkan resiko, kemampuan manajerial, kempemimpinan dan keunggulan bersaing dilihat dari variabel diferensiasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, akan dikembangkan model bagaiamana pelaku wirausaha dapat bersaing dengan yang lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan action research agar memperoleh partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan.

Penelitian dilakukan di PIK (Pusat Industri Kecil) Pengilingan  Jakarta Timur kawasan yang memiliki luas 37 hektar itu hanyalah Jl Raya Penggilingan. Tempat ini dipilih karena dianggap sebagai tempat yang tepat untuk memperoleh data yang diperlukan karena pusat industri kecil sebagai pemusatan incubator kewirausahaan yang di tunjuk oleh PEMDA DKI. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung sejak bulan Juli  hingga bulan September 2010.Metode Penelitian yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan korelasional

Dari hasil kolmogorov bisa dilihat bahwa hasil LNINOV, LNRESI, LNMAN, LNPEMIMPIN  memiliki hasil signifikan diatas 5%. Sehingga data tersebut lolos dari uji normalitas

Berdasarkan hasil uji melalui Variance Inflation Factor (VIF) pada hasil output SPSS tabel Coefficients, masing-masing variabel independen memiliki VIF tidak lebih dari 10, yaitu VIF variabel LNINOV 3.735, VIF variabel LNRESI 3.954, VIF variabel LNMAN 3.987, dan VIF variabel LNKEPEMIM 3.555  dan nilai Tolerance dari masing-masing variabel puntidak kurang dari 0,1, yaitu tolerance variabel LNINOV 0.268, tolerance variabel LNRESI 0.253, tolerance variabel LNMAN 0.251, dan tolerance variabel LNKEPEMIM 0.281. Maka dapat dinyatakan model regresi linier berganda terbebas dari multikolineritas dan dapat digunakan dalam penelitian

Pada uji Auto Korelasi model 1 yang  nilai DWnya menunjukkan 1,744. dimana dL = 1,46 dan dU = 1,73 N = 64 dan k = 4, yang berarti Terima Ho, tidak ada korelasi serial karena du<DW<2.

    R disebut juga dengan koefisien korelasi ganda. Dapat dibaca bahwa nilai koefisien korelasi antara variabel LNINOV (X1), LNRESI (X2), LNMAN (X3) dan LNKEPEMIM (X4) terhadap LNDEFERENSIASI  (Y) adalah 0,672, berarti hubungan LNINOV, LNRESI, LNMAN dan LNKEPEMIM dengan LNDEFERENSIASI  adalah sebesar 67,20%.

 

 

Key Word: Enterprenueship, Competive Advantage, Inovation,

Reni Indrayanti

A. Syarifudin

Oleh: A. Syariffudin

             Mengintegasikan instrumen yang ada dengan komputer, merupakan sebuah kebutuhan di era komputerisasi saat ini. Data yang sebelumnya berada terpisah dari komputer, coba diintegrasikan ke dalam komputer.  Sehingga data tersebut dengan mudah diolah sebagai informasi.

            Tinjauan umum dari penelitian ini adalah membangun sebuah antar muka  komputer, dimana komputer akan menerima data massa dari instrument analog yang sebelumnya dirubah ke data digital, kemudian dari pembacaan data tadi diolah oleh komputer untuk ditampilkan massa dan diproses sebagai acuan harga barang.

            Penelitian ini terdiri dari tiga bagian, pertama pada bagian mekanik yaitu instrument analog pengukur massa. Kedua bagian elektronik termasuk sensor berat, ADC, dan juga antar muka ke komputer, dan bagian ketiga adalah perangkat lunak yang akan menggunakan bahasa program Visual Basic 6.0 dengan tambahan program Microsoft Access untuk basis datanya.

            Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium Instrumentasi Kendali Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta pada bulan Juni 2010 sampai November 2010 dengan metode eksperimen laboratorium dengan melakukan perancangan rangkaian alat dan program alat.

 

Key word : Instrumen, Komputer

Akhmad Saufan

Oleh: Akhmad Saufan

 Akhmad Saufan, Himawan Hadi Sutrisno, dan Eko Arief Syaefudin. Pengembangan Metode Pemungutan Kembali Logam Aluminium Dari Limbah Aluminium Foil Bekas Kemasan Minuman Dan Makanan. Lemlit UNJ. 2009. Pada penelitian ini akan dilakukan pemungutan kembali logam aluminium dari limbah aluminium foil bekas kemasan makanan dan minuman. Ada 4 metode yang akan dicoba untuk memungut aluminium tersebut; yaitu pengepakan-pembenaman (ke dalam lelehan aluminium), pengolesan oli-pengepakan-pembenaman, shredding-pengepakan-pembenaman, dan shredding-pengolesan oli-pengepakan-pembenaman. Aluminium hasil pemungutan dengan 4 metode tersebut dilakukan uji metalografi, uji keras, dan uji komposisi kimia dengan SEM-EDS.

Winda Dewi Listyasari

Oleh: Winda Dewi Listyasari

 

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang terkait dengan minat siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah kejuruan.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs di wilayah Jakarta Timur. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel adalah 194 siswa yang tersebar di MTs N 16, Mts N 25 dan MTs 28. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan kuesioner yang meliputi: (1) angket atau kuesioner mengenai keadaan sosial ekonomi keluarga siswa dan (2) angket atau kuesioner mengenai minat melanjutkan studi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif prosentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 194 siswa MTs yang menjadi responden, 137 orang (70,6%) berminat untuk melanjutkan studi ke SMK. Dari total 137 orang yang berminat untuk melanjutkan studi ke SMK, 59 orang (43,1%) adalah laki-laki dan 78 orang (56,9%) adalah perempuan. Dari hasil analisis data diketahui bahwa alasan melanjutkan studi ke SMK pada siswa laki-laki, adalah karena keinginan sendiri berjumlah 51 orang (63,0%) dan ingin memiliki keahlian di bidang tertentu yaitu berjumlah 44 orang (56,3%), sedangkan alasan siswa perempuan untuk melanjutkan studi ke SMK adalah karena keinginan sendiri yang berjumlah 71 orang (91,0%) dan ingin dapat bekerja setelah lulus dari SMK yaitu berjumlah 54 orang (69,2%). Hal ini terkait dengan keinginan mereka untuk meningkatkan keadaan sosial ekonomi keluarga karena diektahui dari total 137 siswa ini, sebagian besar atau sekitar 109 orang (79,6%) berasal dari keluarga dengan keadaan sosial ekonomi menengah atau sedang.

 

Kata Kunci : Minat, Melanjutkan Studi, Sekolah Menengah Kejuruan

Andartari

Oleh: Andartari

 Andartari, Evaluasi Program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) Diberbagai Kondisi SMK DKI Jakarta. Jakarta: Fakultas Ekonomi, Lembaga Penelitian, Universitas Negeri Jakarta, 2010.

 Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program Bantuan Operasinal Manajemen Mutu (BOMM) pada beberapa SMK dengan karakteristik berbeda sebagai penerima dana BOMM, dilaksanakan di :  SMK Negeri 22 Jalan Raya Condet,  kelurahan Condet; SMK Negeri 46, Jalan B7 Cipinang Pulo, kelurahan Cipinang Besar Utara,  dan SMK Wawasan Nusantara Jalan Kesaran IV no 44 Cipinang Muara, di Jakarta Timur, pada bulan Juni 2009 sampai dengan Juli 2010

 Metode penelitian adalah studi kasus (case studies). dengan model riset Evaluasi Program yang dikembangkan Stake, menekankan pada adanya pelaksanaan dua komponen pokok, yaitu : (1) deskripsi (description) dan (2) pertimbangan (judgement), pada komponen deskripsi membedakan tiga tahap yaitu (1) antecedent (context dan input), (2) proses (transaction/process), (3) keluaran (output/outcomes).  Stake’s Contenance Model ini berorientasi pada tujuan yang akan dicapai dengan membandingkan standar yang sudah ada sebagai dasar dalam pengambilan keputusan (decision oriented).

 Tehnik sampling secara purposive yaitu beberapa SMK di DKI Jakarta yang memperoleh dana BOMM dengan berbagai karakteristik dengan sampel sebanyak sebanyak tiga SMK.

Pengumpulan data menggunakan Studi Dokumen, wawancara, Observasi, Angket , dengan tehnik analisis data adalah dikriptif kualitatif.

       Hasil penelitian pada tiga SMK pada tiga tahap penelitian didiskripsikan sebagai berikut :

Komponen Antecedents menunjukkan bahwa Program BOMM secara legalitas formal ditunjukkan dengan  proposal yang dibuat, dasar hukumnya adalah 1) Undang-Undang No. 41 Th. 2004 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009;  2) Peraturan Menteri Keuangan RI No. 134/PMK.06/2009 tentang APBN;  3) Renstra Depdiknas 2005-2009; 4) Surat Dirjen Mendikdasmen No.905/CI.C3/U/2006 tanggal 13 Februari 2006 tentang Rekening Sekolah; 5.) Surat Edaran Mendikdasmen no. 384/C/KU/ 2009 tanggal 23 Januari 2009, perihal petunjuk pelaksanaan penggunaan dana bantuan sosial Ditjen Mendikdasmen tahun Anggaran 2009.

Model Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Mesin yang Diharapkan oleh Masyarakat Industri

Oleh: Agus  Dudung

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1)  Mengetahui mendapat dan saran perbaikan dari masyarakat industri  atas mutu program  Teknik Mesin di SMK. (2) Memperoleh data tentang pendapat masyarakat industri program studi Teknik Mesin di SMK  mengenai proses belajar mengajar. Populasi penelitian adalah masyarakat industri di Jakarta. Sampel yang terjangkau adalah masyarakat industri di Jakarta timur.Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling, maka didapat sebanyak 74 sampel

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat  ditarik kesimpulan:

Pertama, Penilaian Masyarakat Industri  Terhadap Model Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Teknik Mesin  dengan  Sistem  Berbasis Ganda 41,9 % menyatakan tidak setuju 37,8 % kurang setuju  dan  20,3 %  setuju.  Dari hasil analisis data ini  kurang dari  50. % menyatakan setuju, maka dapat disimpulkan secara umum dikatakan bahwa Penilaian Masyarakat Industri  Terhadap Model Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Mesin  dengan  Pendekatan  Sistem  Berbasis Ganda kurang  tepat untuk proses pendidikan di SMK  untuk Jurusan Teknik Mesin. Kedua, Penilaian Masyarakat Industri  Terhadap Model Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Mesin  dengan    Model  Berbasis Kompetensi 21,6 % tidak setuju  dan  28,4 %  kurang  setuju, dan 50.0% menyatakan setuju.  Dari hasil analisis data, maka dapat disimpulkan secara umum dikatakan bahwa Penilaian Masyarakat Industri  Terhadap Model Pendidikan  Pendekatan  Model Berbasis Kompetensi sangat  tepat untuk proses pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk jurusan Teknik Mesin.  Ketiga, Penilaian Masyarakat Industri  Terhadap Model Pendidikan Teknik Mesin  dengan Pendekatan  Sistem  Board  Based       36,5 % menyatakan tidak setuju 33,8 % kurang setuju  dan  29,7 %  setuju.  Dari hasil analisis data, maka dapat disimpulkan secara umum dikatakan bahwa Penilaian Masyarakat Industri  Terhadap Model Pendidikan  Teknik Mesin  dengan  Pendekatan  Sistem  Board  Based kurang  tepat untuk proses pendidikan di SMK untuk jurusan Teknik Mesin.

Kata kunci:  Model Pendidikan di SMK Jurusan Teknik Mesin

Otomasi Mesin Pengisian Air Minum pada Deteksi Ukuran Galon di Depot Isi Ulang Rumahan

Oleh: Pitiyo Yuliatmojo

Penelitian ini bertujuan mengotomatisasi pengisian air minum ke dalam galon sesuai dengan volume (besar) galon yang diinginkan dengan menggunakan mikrokontroler Atmel AT89C51 sebagai komponen utama. Alat ini terdiri dari tiga bagian utama. Bagian pertama merupakan blok rangkaian input yang terdiri dari dua buah Analog to Digital Converter (ADC) dan tiga buah limit-switch. Bagian kedua adalah blok rangkaian proses yang terdiri dari rangkaian sistem minimum AT89C51. Sedangkan blok rangkaian ketiga adalah blok rangkaian output yang terdiri dari dua buah rangkaian driver motor DC, rangkaian driver solenoid valve dan rangkaian driver buzzer.

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Elektronika Dasar dan Komputer, Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta yang dimulai sejak bulan Juni 2010 sampai dengan bulan November 2010 menggunakan metode penelitian eksperimen laboratorium.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mikrokontroler Atmel AT89C51 dapat digunakan sebagai pengontrol pengisian air minum ke dalam galon sesuai dengan volume galon yang dipakai.

Key word : Otomasi, Galon

Tingkat Kesejahteraan Psikologis (Psychological well-Being) Pelajar SMA Negeri di Jakarta Selatan

Oleh: Dede Rahmat Hidayat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan psikologis pelajar tingkat SMA N di Jakarta Selatan. Sampel dari penelitian adalah 88 orang yang merupakan beberapa pelajar di beberapa SMA Negeri di Jakarta Selatan, yang terdiri dari pelajar di SMA N 90 , SMA N 86 dan SMA N 6. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kesejahtaraan psikologis adalah Scales of Psychological Well-being (SPWB) yang dikembangkan oleh Ryff, teridiri dari 6 indikator, yaitu (a) Otonomi (b) penguasaan lingkungan (c) Pertumbuhan pribadi (d) Hubungan yang positif dengan orang lain  (e) memiliki tujuan hidup dan (f) penerimaan diri.

Berdasarkan 6 indikator tersebut didapatkan bahwa pelajar SMA N di Jakarta Selatan yang menjadi sampel memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang rata-rata dan tinggi,Analisis selanjutnya adalah didasarkan kepada jenis kelamin dan kelas. Didapatkan kesimpulan bahwa tingkat kesejahteraan psikologis pelajar baik berdasarkan jenis kelamin maupun berdasarkan kelas memiliki perbedaan, secara umum pelajar laki-laki memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi, dibandingkan dengan pelajar perempuan, dan kelas XI memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas X.

Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis, Psychological well-Being